Pelatihan CPNS dan PPPK merupakan bagian penting guna membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kompeten serta berintegritas. Dalam pelaksanaannya, training terbagi menjadi dua metode yaitu pelatihan klasikal dan non-klasikal. Keduanya memiliki tujuan yang sama, namun juga terdapat perbedaan di sejumlah sisi.
Pelatihan Klasikal vs Non-Klasikal untuk CPNS dan PPPK
Pada dasarnya, training klasikal adalah metode pembelajaran yang berlangsung secara tatap muka di kelas atau tempat pelatihan. Dalam konteks CPNS dan PPPK, peserta biasanya mengikuti kegiatan di lembaga pelatihan atau tempat yang sudah instansi tentukan. Misalnya LAN (Lembaga Administrasi Negara) atau lembaga pelatihan pemerintah lainnya.
Pada metode ini, peserta bertemu langsung dengan widyaiswara atau pengajar. Sehingga proses pembelajaran berlangsung secara interaktif. Selain itu, penyampaian materi menggunakan ceramah, diskusi kelompok, studi kasus, hingga simulasi.
Kelebihan metode klasikal adalah adanya interaksi langsung antara peserta dan pengajar. Materinya pun kian mudah dipahami. Bahkan bisa langsung bertanya jika ada hal yang belum jelas. Suasana belajar yang terstruktur turut membantu meningkatkan disiplin sekaligus fokus peserta.
Metode Non-Klasikal
Sementara itu, pelatihan non-klasikal menjadi metode pembelajaran yang tidak sepenuhnya tatap muka. Artinya lebih fleksibel karena peserta dapat belajar melalui platform digital, e-learning, atau pembelajaran mandiri dengan modul.
Dalam program CPNS dan PPPK, pelatihan non-klasikal sering digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Pelatihan non-klasikal memungkinkan peserta untuk mengatur waktu belajar sendiri tanpa harus hadir secara fisik di tempat pelatihan.
Namun, tantangan dari metode ini adalah dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi dari peserta. Sehingga nantinya tetap bisa mengikuti seluruh materi dengan baik tanpa pengawasan langsung.
Bisa Kombinasi
Dalam program CPNS dan PPPK, kedua metode ini sering dipadukan dalam sistem blended learning. Artinya, peserta tidak hanya belajar secara tatap muka, tetapi juga melanjutkan pembelajaran melalui platform digital. Kombinasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh. Sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.
Pelatihan klasikal dan non-klasikal punya peran masing-masing saat seleksi ASN. Metode klasikal unggul di interaksi dan kedisiplinan. Di sisi lain, non-klasikal sangat fleksibel. Dengan memahami perbedaan keduanya, peserta CPNS dan PPPK dapat lebih siap mengikuti proses pelatihan.

