NEWS | Lorjuk dan Drama 4 Babak : Media Gathering Film “Aruna & Lidahnya”

Lorjuk dan Drama 4 Babak : Media Gathering Film “Aruna & Lidahnya”

BY IVVA SANDRA 25 / 09 / 2018

Surabaya, 23 September 2018 tepatnya hari Minggu di ORE Small Bussines & Café kami kedatangan tamu yaitu dari Palari Films dengan mengadakan Media Gathering Film “Aruna & Lidahnya” diantaranya ada Edwin sebagai sutradara, Meiske Taurisia, Muhammad Zaidi sebagai produser, dan yang pasti pemain filmnya yaitu Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Oka Antara dan hanya satu pemain yang berhalangan datang Hannah Al Rasyid. Media Gathering ini mengundang dan mengajak beberapa Media yang ada di Surabaya untuk hadir dan bisa langsung bertemu dengan para pemain Aruna & Lidahnya.

Film Aruna dan Lidahnya merupakan sebuah catatan perjakanan tentang makanan, kasus-kasus aneh dan dialog-dialog cerdas yang tidak boleh kamu lewatkan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, film Aruna dan Lidahnya awalnya merupakan cerita yang dikerjakan dalam bentuk buku. Sang penulis, juga dipercaya sebagai penulis naskah di dalam film ini. Dalam bukunya, Laksmi menuliskan banyak pengetahuan tentang keragaman kuliner di Indonesia. Pembaca akan dibawa berpetualang menuju satu tempat ke tempat lain melihat dan merasakan kuliner Indonesia.

Sinopsis :

Sendiri dan baik-baik saja. Begitulah kehidupan Aruna (Dian Sastro). Seorang ahli epidemiologi yang terobsesi dengan kuliner setiap waktu. Obsesinya tentang makanan terpuaskan ketika Aruna menyelidikan sebuah kasus flu burung.

Bersama dua temannya, seorang koki bernama Bono (Nicholas Saputra) dan seorang penulis bernama Nadezhda (Hannah Al Rashid), mereka bertualang ke berbagai kota di Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Selain melakukan perjalanan, kedua bertemu dengan hal-hal yang tidak terlupakan. Sejarah, hingga ruang lingkup sosial politik masyarakat. Tentu saja, ada seseorang bernama Farish (Oka Antara) yang membuat cerita perjalanan Aruna dan teman-temannya menjadi lebih seru.


Film ini berakar pada drama, tetapi mengutip keterangan dari Edwin, film ini adalah “drama dengan banyak bumbu.” Syuting Aruna & Lidahnya dilakukan di empat kota yaitu Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, dan Singkawang. Syuting berlangsung selama 25 hari.

Bagaiamana dengan filmnya? Buat kamu yang menyukai film dengan dialog-dialog cerdas, Aruna dan Lidahnya merupakan film yang wajib untuk ditonton di bioskop minggu ini tanggal 27 September 2018

Acara terakhir di Media Gathering diakhiri dengan makan bersama – sama dengan Media – Media yang datang meramaikan acara media Gathering “Aruna & Lidahnya yang telah disediakan oleh Carpentier Kitchen